Selasa, 22 November 2011

ENGKONG SANG PUJANGGA (cerpen, oleh : sarisas anggriani)

                  “ Wuih.. jangan salah nak! ABG pada kalah deh kalau tanding mode sama dia. Mobilnya ferary, sepatunya Nikky, dandanannya remaja abis. Dan yang paling penting, dia jago silat meski tulangnya sudah minta pension,” mama mia bercerita penuh minat.
            “ engkong ini terkenal dengan nama engkong baja. Ia pernah mendapatkan penghargaan atas perjuangannya dalam mempertahankan pencak silat tingkat lansia. Perlombaan tingkat lansia rencananya akan dihapuskan karena telah banyak memakan korban jiwa. Korban jiwa itu adalah kakek-kakek tua yang sudah kecium bau tanah namun masih merasa mampu mengikuti perlombaan. Akhirnya tewas deh. Whahaha..” lanjut mama disertai derai tawanya yang begitu lepas. Semangat mama untuk berceloteh masih membara-bara.
            Dari semenjak naik daun pada prestasinya yang pertama, kira-kira 10 tahun silam. Engkong sudah punya banyak sekali penggemar. Semakin hari semakin tak terhitung jumlahnya. Berjuta-juta orang mengagumi performance engkong. Sampai sekarangpun, para fans engkong masih setia bersamanya. Bahkan ada yang sudah tua tapi tidak mau kawin-kawin. Katanya sih masih  menanti keajaiban yang dapat mempersatukan cintanya dengan engkong baja.”
            Kali ini muka mama mia sedikit berubah. Ada nada tidak suka dan jengkel. Mia berusaha menjadi pendengar yang baik sekalipun telah manggut-manggut. Bukan Karena setuju ataupun mengerti dengan cerita mama tapi karena ngantuk yang tak tertahankan.
            “ engkong baja itu masih single. Bukannya tidak laku! Hanya saja dia masih mencari yang pas dihatinya. Ia selalu berusaha. Setiap hari ia tampil bak pujangga. Gayanya aduhai memikat. Main silat seperti mau main sulap, begitu rapi. Sering nongkrong di-café-café. Café carolin. Itu tu café yang sering mama datangin kalau ada arisan. Seminggu yang lalu mama bertemu engkong baja disana. Duduk bincang-bincang berdua. Dia bercerita panjang lebar. Ceritanya acapkali membuat mama terkagum-kagum.”
                        “ orang tua engkong ingin anaknya segera menikah. Segala cara telah beliau lakukan untuk membujuk engkong baja agar mau menikah. Bahkan orang tua engkong sudah buka biro jodoh khusus untuk engkong baja. Namun engkong tetap pada pendiriannya. Apapun pilihan yang diusulkan orang tuanya, dia menolak mentah-mentah,” mama bercerita dengan nada bangga.
            Mata mia terbelalak. Mama tersipu malu. Senyum tipis menyeruak dicelah-celah wajah mama yang terpancar sedang berbunga-bunga. Mia jadi curiga. Jangan-jangan…
            “ kok aneh ya, tumben sekali mama cerita tentang kakek-kakek. Biasanya cerita tentang ABG gitu..” kali ini mia buka mulut. Telinganya sudah terlalu panas mendengar celotehan mulut centil mama.
            “ Eh.. siapa bilang itu kakek-kakek? Emang sih rada tua dikit tapi gayanya OK kok. Sepert  remaja 17-an,” jawab mama santai diiringi senyumnya yang begitu centil.
            “ mama jangan coba-coba jodohin mia keengkong ganjen itu yah. Mia gak suka ah,” mia mencoba membaca pikiran mamanya.
            “ ih, mia ge-er deh. Siapa juga yang mau carikan jodoh untuk mia? Buang-buang energy. Mama cerita panjang lebar gitu untuk mengenalkan calon ayah baru mia. Mia setuju kan bila mama menikah dengan engkong?”
            Tidak ada jawaban. Gadis yang sedari tadi menahan kantuknya telah tergulai lemah dilantai. Entah tidur, entah pingsan atau telah berpulang. Yang jelas dia begitu shock.
                                                                                                                       



Senin, 21 November 2011

KREASI PRODUK DARI LIMBAH

Limbah merupakan sebutan lain dari kata sampah. Sesuatu yang cenderung tidak berguna karena dianggap sudah tidak dipakai lagi. Limbah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Berdasarkan sifatnya, limbah ada dua macam, limbah kering dan limbah basah.
                Limbah basah atau organic bersifat degradable (bisa diuraikan) sehingga dapat diolah menjadi pupuk alami. Hal ini sangat bermanfaat dalam ilmu pertanian. Pupuk alami dianggap lebih baik dalam menyuburkan tanah. Limbah basah dapat diambil dari sisa makanan, sisa sayuran, limbah rumah tangga dan terutama limbah ternak. Sehingganya, sampah basah bukan lagi sekedar aroma bau busuk yang sangat menyengat.
                Sedangkan limbah kering atau anorganik merupakan limbah undegradable (tidak dapat diuraikan). Contohnya plastic, botol, kaleng, dan lain sebagainya. Limbah kering cenderung berupa konsep buatan manusia yang tidak lagi mempunyai nilai guna. Oleh karena sifatnya yang tak dapat diuraikan, limbah jenis ini semakin menumpuk disetiap penjuru kota.
                Besarnya jumlah timbunan limbah/sampah menciptakan berbagai permasalahan. Hal ini dapat kita rasakan secara langsung maupun tidak. Banjir, pencemaran lingkungan, penyakit kulit, perubahan iklim, yang pada akhirnya memicu pemanasan global. Karena tumpukan sampah ini bisa menghasilkan berton-ton gas karbondioksida (CH2) dan gas metana (CH4).
                Mulai dari sinilah kita harus bertindak. Mencoba membalikkan efek negative dari limbah menjadi sesuatu yang positive dan bermanfaat. Penanggulangan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan prinsip 4R. Yaitu : Reduce/mengurangi, Reuse/memakai kembali, Recycle/mendaur ulang, dan yang terakhir Replace/mengganti.
                Limbah yang dapat diRecycle atau didaur ulang salah satunya adalah limbah plastik. Sulap limbah plastic menjadi barang yang lebih apik dan lebih bernilai. Inspirasi dari limbah kemasan plastic ini menjadi barang kebutuhan rumah tangga dan bisa mendorong keinginan untuk menciptakan usaha mandiri. Limbah kemasan plastic ini bisa diolah menjadi barang yang berguna dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, seperti dijadikan tas, taplak meja, kantung serbaguna, sampai kursi.
                Limbah kemasan plastic cenderung memiliki karakter tidak mudah rusak, tahan lama, dan tidak mudah bocor. Dengan desain oleh produsen dengan kondisi tebal, licin, dan kuat. selain itu, kemasan diciptakan oleh produsen dengan kreasi yang tertata apik dan artistic.
                Dari sinilah limbah kemasan plastic dapat digunakan untuk menghasilkan kreasi unik. Hal ini mengajarkan kepada kita betapa berharganya sampah disekitar kita. Kemasan plastic yang sebelumnya kita abaikan akan menjadi kreasi unik yang berguna.
                Pembuatan berbagai produk dari bahan dasar limbah tentu tidaklah sulit. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengolahnya. Yakni : kebersihan kemasan limbah dan bahan serta perlengkapan tambahan yang diperlukan. Untuk menjaga kebersihan kemasan limbah dapat kita lakukan dengan cara mencucinya. Sedangkan bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan dapat berupa benang nylon, sekoci mesin jahit, bisban aneka warna, jarum mesin jahit, spidol, penggaris, kain jaring, kain pelapis, gunting, dan resleting. Sesuaikan bahan dengan bentuk, ukuran, dan warna limbah yang akan diolah.
                Setelah kemasan bersih dan bahan serta perlengkapan telah terpenuhi, langkah-langkah dasar pembuatan produk pun dimulai. Langkah-langkah dasarnya dapat berupa menyambung jahitan dasar, memilih dan memasang bisban, memilih dan memasang resleting, memasang dan menjahit perekat, kemudian menyusun renda.
                Setelah langkah dasar selesai, kita bisa masuk ketahap pembuatan. Banyak kreasi produk yang bisa kita buat. Mulailah dari meniru barang-barang yang ada disekitar kita. Seperti tas, sandal, taplat meja, wadah pot, tempat sampah, tikar, bahkan kursi. Utamakanlah ketelitian dan kreatifitas dalam menjalani proses pembuatan. Padukan setiap bahan secara sistematis. Manfaatkan keragaman desain kemasan menjadi sebuah keunikan. Permainan gambar dan warna yang dipadukan senada menghasilkan kreasi tersendiri.
                Setelah produk jadi, rawatlah kreasi tersebut dengan baik. Jauhi produk limbah kemasan plastic dari panas api karena akan mudah rusak.
                Tujuan dari kreasi produk ini agar tidak membuang begitu saja kemasan plastic dalam kehidupan sehari-hari.
                Jika dimulai dari hari ini untuk menyisihkan kemasan plastic dan mengkreasikannya, berarti kita telah membantu menjaga lingkungan bebas dari limbah plastic. Jika kita berkarya dari limbah secara terus-menerus, kita bisa menjadi perajin limbah yang terus berkreasi dengan inspirasi baru.